MENYELAM SAMBIL MINUM AIR

Friday, 25 April 20140 comments

MENYELAM SAMBIL MINUM AIR


Cerita Teman:
Ada sebuah Group di alam ini yang diramaikan oleh postingan berat (ingat: berat, tidak ringan) yang kemudian disambut oleh untaian komentar yang tentunya pro dan kontra. Singkat kata Group tersebut senantiasa ramai sepanjang waktu.
Entah karena kagum atau heran - menurut saya sih heran - terlontarlah pertanyaan dari seorang teman. Berikut ilustrasinya:
Teman: "Ngomong-ngomong para member Group ini pengusaha ya? Perasaan eksis terus rata-rata."
Maksudnya kalo mereka para bos, kan tidak usah pusing mikirin penghasilan. Jadi pantas lah punya banyak waktu utk debat, ups sorry, maksud saya "diskusi ilmiah"!
Satu persatu muncullah jawaban berikut:
Member 1: "Bukan. Saya lagi istirahat nih."
Member 2: "Saya lagi duduk-duduk di cafe."
Member 3, 4, 5 dst: "Bla bla bla..."
Teman: "Ooo, jadi saudara-saudara pengangguran semua to, saya kira thalib ilm!"
All: ..............................
Hening, sepi tanpa suara.

Anda sungguh berani!
Pertama, ada sms dari jauh: "Bagaimana menurut antum tentang ustadz fulan?"
Disebutlah nama seorang ustadz yg saya kenal dan dikenal di Lombok, bahkan di Jawa, murid ulama besar pula.
Saya memutar otak bagaimana caranya memberikan jawaban yg mengena. Akhirnya saya ingat trik seorang ustadz dulu waktu saya awal-awal nyantri. Singkat kata:
"Akhi, apa perbedaan rukun, wajib dan sunnah shalat?" kata saya memancing.
Awalnya dia protes tapi akhirnya muncul juga jawaban yg saya harapkan (sorii):
"Memang apa bedanya rukun dengan wajib?"
Tibalah saatnya untuk melakukan sun dome!
"Akhi mari belajar tentang shalat, daripada menyinggung kehormatan seorang ustadz seperti ustadz fulan."
No answer, mafi jawab.
Kemarin, atau kemarinnya lagi:
Seorang facebooker membuat statemen meninggalkan seorang ustadz besar karena telah melanggar aturan manhaj yg benar (tentu saja menurut dia)!
Tapiii, ternyata oh ternyata bahasa arabnya saja masih asal nyambung, sudah mengeluarkan fatwa meninggalkan sang ustadz besar yg dikenal sebagai murid seorang ulama besar? Memang bukan jaminan, tapi apa yg membuat seorang yg berbicara bahasa arab saja salah pantas utk berfatwa?!
Sungguh sangat berani!
ولا تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولا
Share this article :

Post a Comment

 
ASSUNNAH| Kajian Spot - Hayyil Zarkasi
Supported : Satu Radio Lombok FM 105.4 Mhz | Creating Website | Hayyil dan Zarkasi Themes