Adab Bercanda
[« Pertanyaan]
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Ustadz, saya
ingin mengetahui mengenai adab bercanda. Adakah batasan-batasannya dalam Islam
mengenai bercanda ini? Bercanda seperti apa yang diperbolehkan? Bagaimana pula
adab bercanda online (misalnya bila kita menggunakan fasilitas email,
chatting, dsb dimana hanya tulisan yang ada)?
Jazakumullah
khoiron.
Wassalaamu'alaikum
wr. wb.
[Jawaban »]
Assalaamu
'alaikum wr. wb.
Canda selalu memiliki dampak positif dan negatif.
Dampak positifnya, canda dapat menyenangkan teman dan menunjukkan keakraban.
Said bin Al-'Ash berkata kepada anaknya, "Kurang bercanda dapat membuat
orang yang ramah berpaling darimu. Sahabat-sahabat pun akan menjauhimu."
Selain itu, canda dapat menghilangkan rasa takut, marah, dan sedih.
Namun canda juga
bisa berdampak negatif, yaitu apabila canda dilakukan melampaui batas dan
keluar dari ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Canda yang berlebihan juga dapat
mematikan hati, mengurangi wibawa, dan dapat menimbulkan rasa dengki.
Dalam sebuah ayat, Allah Swt. berfirman, "Dan
sesungguhnya Dia-lah yang membuat orang tertawa dan menangis" (QS An-Najm:
43).
Menurut Ibnu 'Abbas, berdasarkan ayat ini, canda dengan
sesuatu yang baik adalah mubah (boleh). Rasulullah Saw. pun sesekali juga
bercanda, tetapi Rasulullah Saw. tidak pernah berkata kecuali yang benar.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalany menjelaskan ayat di atas
bahwa Allah Swt. telah menciptakan dalam diri manusia tertawa dan menangis.
Karena itu silakanlah anda tertawa dan menangis, namun tawa dan tangis kita
harus sesuai dengan aturan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Saw.
Mungkin sebagian orang merasa aneh dengan pernyataan
tersebut dan mencoba mengingkarinya, seperti yang pernah terjadi pada seseorang
yang mendatangi Sufyan bin 'Uyainah Rahimahullah. Orang itu berkata kepada
Sufyan, "Canda adalah suatu keaiban (sesuatu yang harus diingkari).' Mendengar pernyataan itu
Sufyan berkata, "Tidak demikian, justru canda sunnah hukumnya bagi orang
yang membaguskan candanya dan menempatkan canda sesuai dengan situasi dan
kondisi.
Wallahu a'lam
bishshawab.
Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb.
Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb.
Ust. Syamsu Hilal
Lainnya



Post a Comment