Ketika seorang teman (saya ingat, Muhammad Thayyib*, mahasiswa Afrika), mengungkapkan kepada Syaikh DR. Muhammad bin Hadi Al-Madkhali sulitnya pelajaran tentang riba dan teman-teman yang lain meminta nasehat beliau untuk mempermudah belajar Bab Riba, beliau berkata:
"Anak-anakku, mulailah dengan kitab madzhab tertentu. Agar kalian berjalan dengan satu jalan saja. Seperti Syafi'i saja misalnya. Adapun kenapa Universitas menggunakan Bidayatul Mujtahid, sebab kalian datang dari berbagai negara yang beragam madzhabnya, tidak mungkin kami memaksa kalian mempelajari satu madzhab saja, maka diletakkanlah Bidayatul Mujtahid untuk mata kuliah fiqh."
Kemudian salah seorang teman bertanya, "Bagaimana pendapat Anda tentang kitab Ad-Durar karya Asy-Syaukani?"
Lengkapnya Ad-Durar Al-Bahiyyah Fil Masa'il Al-Fiqhiyyah, karya Muhammad bin Ali Asy-Syaukani (w 1250 H).
Syaikh menjawab, "Itu fiqh Asy-Syaukani. Ada yang katanya tidak mau belajar lewat kitab madzhab, tapi malah belajar semisal kitab fiqh Asy-Syaukani. Kenapa tidak sekalian saja belajar fiqh Asy-Syafi'i yang lebih dekat dengan generasi Salaf?"
------------------------------
* Bonus, teman ini namanya unik. Dia punya anak namanya Muhammad. Namanya sendiri Muhammad Thayyib. Ayahnya namanya Muhammad. Dan kakeknya namanya Muhammad Shalih.




Post a Comment