PERBEDAAN ILMIAH: MASA'IL ATAUKAH MASYAKIL?Mukaddimah:
Satu contoh saja dan to the point saja.
Para ulama Ahli Hadits berbeda pendapat tentang pengertian Mursal Khafi. Ketika pertama diajari masalah ini, dosen kami Syaikh DR. Abdullah bin Ied Al-Jarbu'i langsung memberikan satu definisi untuk Mursal Khafi serta perbedaannya dengan Mudallas. Penjelasan yang memuaskan.
Kemudian saya mendapati Syaikh Masyhur Hasan Al Salman menguatkan pengertian yang berseberangan dengan apa yang saya terima Syaikh Abdullah Al-Jarbu'i.
Karena ucapan Syaikh Masyhur singkat dalam bentuk tanya jawab, sayapun langsung: Tidak menghiraukan pendapat beliau dan dalam hati menyalahkannya.
Kemudian, ketika mempelajari Ilal, dosen kami Syaikh Mushtafa Asy-Syinqithi menyinggung pengertian Mursal Khafi sama seperti pengertian yg dikuatkan oleh Syaikh Masyhur, lalu menisbatkannya kepada beberapa ulama hadits mutaqaddimin semisal Ibnu Shalah.
Saya langsung termenung dan mengingat sikap saya terhadap pendapat yg diambil oleh Syaikh Masyhur.
Saya langsung mengambil paling tidak dua pelajaran penting ... ups, maaf, saya beri judul dulu ya:
Isi Status:
Pelajaran dari satu contoh di atas:
1. Kenapa saya mengacuhkan begitu saja pendapat Syaikh Masyhur tanpa mencari tahu pondasi beliau dalam masalah ini? Padahal saya tahu beliau adalah salah seorang Syaikh zaman ini yang luas muthala'ahnya terhadap kitab para ulama. Sungguh sikap saya ini memalukan.
Meskipun pada ujungnya saya mungkin akan tetap memegang pendapat pertama, tapi itu kan masih mungkin dan hanya bisa diketahui setelah mempelajari masalahnya bukan? Bukankah itu metode yang diwariskan oleh Ahlul Hadits?
2. Saya harus lebih banyak lagi belajar dan harus lebih banyak lagi membaca.
Masa'il bukan Masyakil.
Ini merupakan petikan dari nasehat Syaikh Masyhur Hasan Salman ketika ditanya tentang perbedaan sebagian syaikh yg pernah menghangat (mungkin juga masih) tentang masalah iman, beliau berkata:
"Jadikanlah semisal perbedaan ini sebagai bahan belajar bukan sebagai bahan gontok-gontokan. Kalian adalah penuntut ilmu, catatlah masalah itu dan pelajarilah."
Intinya kita penuntut ilmu harus lebih banyak membuka mata, jangan menjadi katak dalam tempurung



Post a Comment