PENYEBAB REZEKI TERHAMBAT
Jika engkau menunda sholatmu, maka Allah akan menunda rezekimu, menunda dilapangkannya urusanmu, menunda dikabulkannya do’amu, bahkan menunda datangnya jodohmu!.
Sebuah status facebook yang sangat menarik bukan? Selaras dengan taujih yang kuterima sore ini, dimana lagi jika bukan di lingkaran cinta mingguan. Disimak bareng yuk...ternyata inilah penyebab rezeki kita bisa terhambat :
1. Akibat Dosa
Dosa
yang kita perbuat kerapkali dapat menjadi alasan Allah menunda atau
menghambat rezeki yang ia berikan. Dosa tersebut bisa berbentuk
penundaan kita dalam melakukan suatu amal perbuatan, kesengajaan kita
berbuat maksiat walaupun itu hanya kecil, niat kita yang
tidak lurus, atau berbentuk dosa-dosa kecil lainnya yang luput dari
penglihatan, pendengaran, dan prasangka manusia. Dosa apasajakah itu,
hanya manusia pelaku dosa dan Allah SWT yang mengetahuinya. Sebuah kata
mutiara dari ulama terkenal : Janganlah engkau memandang kecilnya dosa
yang engkau lakukan, tetapi pandanglah besarnya Dzat yang engkau
tentang!. Merugilah manusia karena dosa dari maksiat yang dilakukannya.
Terlebih lagi, jika mereka tidak menyadari dan enggan bertaubat,
memperbaiki diri. Tidak ada dosa kecil yang dilakukan terus menerus,
melainkan dia akan menjadi dosa besar. Segera bertaubat, jika diri telah
terindikasi melakukan dosa, sebelum efek samping yang terlihat, salah
satunya ialah rezeki yang terhambat.
2. Ketimpangan Dalam Mengelola Rezeki/Harta
Adakalanya,
rezeki yang diberikan sebenarnya sudah berlebih, tetapi telah terjadi
ketimpangan atau kesalahan dalam pengelolaan rezeki/harta. Hal ini lah
yang menyebabkan rezeki tersebut menjadi berkurang atau bahkan
terhambat. Kemampuan manusia yang dilebihkan oleh Allah SWT yaitu
memiliki akal pikiran. Sungguh, sangat layak digunakan akal tersebut
untuk pengelolaan harta dengan sebaik-baiknya. Pos-pos apa saja yang
penting harus diutamakan terlebih dahulu, mungkin itu tabungan masa
depan, hutang, kreditan motor, bahkan sedekah haruslah menjadi prioritas
utama ketimbang keperluan belanja hal yang tidak perlu. Selain
berpotensi pemborosan, berlebih-lebihan dalam menggunakan harta meskipun
harta itu halal sekalipun akan mendatangkan kemudharatan dan murka
Allah SWT. Pengelolaan harta dengan baik adalah kewajiban muslim dan
merupakan bentuk syukur kita kepada Allah SWT.
3. Pergiliran takdir Allah SWT
Di
dunia ini, hal yang tidak pernah berubah ialah perubahan itu sendiri.
Segala jenis takdir Allah SWT akan pergilirkan ke semua makhluk. Seperti
roda yang berputar, adakalanya kita berada di posisi atas, adakalanya
pula berada dalam posisi bawah. Hidup tidak pernah menjanjikan pelayaran
yang mulus tanpa badai. Dan terhambatnya rejeki hanya satu dari sekian
ujian Allah SWT kepada makhlukNya. Bisa jadi, ini ujian ilmu, ujian
kesabaran, ujian pantang menyerah, ujian kecerdasan. Apapun ujian atau
takdir yang Allah SWT berikan kepada kita semoga bisa selalu disikapi
dengan baik, lulus ujian dengan nilai sempurna di mataNya.
4. Memang sudah dituliskan rezekinya
Rezeki,
jodoh, dan kematian sudah dituliskan bersamaan dengan kelahiran kita di
dunia ini. Seorang ustadz pernah memberikan taujih menarik mengenai
rezeki. Rezeki seorang hamba setiap hari sudah ditentukan, misalnya
sehari itu rezekinya ialah Rp. 100.000. Maka segala ikhtiar apapun yang
ia lakukan, baik dengan ikhtiar baik maupun dengan maksiat sekalipun,
tetap saja nominal rezeki yang didapatnya tetap yaitu Rp. 100.000. Yang
menjadi pembeda kelak ialah nilai barokah dari rezeki tersebut. Rezeki
yang didapat dengan cara yang baik, tentu mendapat bonus barokah dari
Allah. Barokah itu tidak mesti berbentuk nilai, tetapi
bisa berbentuk lapangnya perasaan, damainya hati dan kemudahan dalam
urusan. Rp. 100.000 yang didapat dengan menipu, mencuri, atau membunuh
tentu akan lepas dari nilai barakah tersebut. Mukmin yang cerdas hanya
akan berdoa pada Rabbnya dengan sebaik-baik do’a : Ya Allah berilah kami
rezeki dari sisi-Mu yang halal, berkah, lagi melimpah.



Post a Comment